Sabtu, Juli 25

Reuni dengan teman SMA ku




Masa- masa SMA masa yang penuh menyenangkan. Suka dan duka dilalui dengan teman-teman. Masa di mana kita dari usia remaja menuju usia dewasa. Di masa-masa inilah kadang-kadang banyak perlajanan yang di lalui begitu menyenangkan bersama teman-teman.

Setelah bertahun tahun  bahkan sekarang sudah puluhann tahun setelah lulus dari SMA, tetapi kita masih mengingat teman-teman dan kebersamaan yang pernah dilalui.

Di masa saya SMA, teknologi belum berkembang seperti sekarang. Belum ada  siswa bawa HP, laptop. Komputer juga masih terbatas. Sehingga kami lebih sering berkumpul dengan teman-teman untuk mengerjakan tugas. Baik itu PR atau tugas kelompok. 

Setelah hari Raya Idul Fitri, pada hari kamis, kami mengadakan halalbihalal dan silaturahmi dengan teman-teman SMA. Ketika bertemu dengan teman-teman, kita merasa menjadi remaja lagi. Merasa menjadi muda lagi. Berbagai cerita  sewaktu SMA kita bahas. Semua teman masih ingat saat yang menyenangkan. Indahnya Kebersamaan…

Mudik




Di Negaraku, pada saat hari raya khususnya hari raya Idul Fitri sangat berharap untuk berkumpul bersama dengan seluruh keluarga.Karena di sini masih memelihara hubungan dengan keluarga besarmaka pada hari raya selalu berkumpul dengan seluruh keluarga. Tidak semua keluarga tinggal berdekatan dengan tempat tinggal kita. Ada kalanya kita juga bekerja ke kota lain sehingga tinggal berjauhan dengan orang tua dan  keluarga besar. Pada saat hari raya ini kita pulang ke kampung halaman tempat keluarga besar kita tinggal. Istilah pulang kampung ini biasa disebut dengan nama Mudik.

Berbagai persiapan dilakukan untuk mudik. Menyiapkan pakaian yang akan kita gunakan selama di kampung, makanan untuk di perjalanan. Tidak lupa oleh-oleh untuk keluarga di kampong.
Untuk sampai ke kampung halaman, berbagai sarana transportasi di gunakan. Pesawat, Kapal, Kereta api, Bis, Mobil pribadi, motor. Transpotrasi umum sudah di pesan jauh-jauh hari. Bahkan ada tiket yang sebulan sebelum hari raya sudah habis.

Mendekati hari raya, semua transportasi darat hampir bersamaan melakukan perjalanan. Sehingga yang terjadi macet di sepanjang jalan. Perjalanan pun menjadi lama dan harus di tempuh sampai dua kali lipat dari perjalanan di hari biasa. Bahkan bisa lebih.

Perjalanan yang panjang dan melelahkan, terbayar dengan kebahagiaan bertemu dengan orangtua dan keluarga di kampung. Kebersamaan dan silaturahmi dengan keluarga sangat membahagiakan. Apalagi pada saat hari raya idul Fitri, saatnya kita saling memaafkan. Kembali fitri..

Kamis, April 30

Perjalananku Bersama Si Doi



Pada hari sabtu, di minggu pertama bulan April 2015, saya pergi ke Cianjur. Karena sudah lama tidak ke Cianjur, ketika sampai di  terminal kampung rambutan, bingung mencari bis yang menuju kesana. Saya berdiri di pinggir jalan sambil melihat jurusan bis yang lewat. Ternyata ada bis jurusan Jakarta ke Tasikmalaya lewat Puncak, Cianjur. Saya sudah lama tidak naik bis ke arah puncak, karena sejak di buka tol Cipularang, bis yang ke Bandung, Tasikmalaya, sudah langsung masuk tol. Kondektur menawarkan bis yang lewat puncak. “ Ciawi..Puncak..Cianjur”. Setelah saya lihat ternyata bis Doa Ibu yang biasa disingkat dengan Bis Doi.
Setelah saya naik ke dalam bis, penumpang tidak begitu penuh.mungkin karena bukan liburan sekolah. Bis berjalan perlahan menuju ke tol Jagorawi. Jalan seperti biasa di hari sabtu, dilalui dengan kemaceta di tol Jagorawi. Keluar dari tol Ciawi, sudah merasakan udara mulai dingin. Tidak sepanas di Jakarta.
Saya ter ingat melawati jalan puncak ketika belum  ada tol Cipularang. Kalau mau ke Bandung atau ke Tasikmalaya, selalu melewati jalan ini. Melewati kebun teh dengan jalan  yang berliku. Terlihat hamparan kebun teh dari atas Bis. Pegunungan yang hijau menemani perlajalanan. Terlihat kabut mulai turun, karena saya lewat pada sore hari. Tetapi untuk melewati pemandangan yang indah, harus di tempuh dengan waktu yang cukup lama. Padahal jarak tidak terlalu jauh dari keluar tol  Jagorawi. Karena kendaraan yang semakin hari bertambah banyak, sehingga jalan dilalui dengan macet.
Sewaktu dulu saya sering melewati puncak, belum semacet sekarang. Perjalanan tidak terlalu melelahkan. Sekarang ketika saya lewat lagi ke puncak, cukup melelahkan, tapi bisa terhibur dengan melihat pemandangan alam yang saya lalui.

Bis terus melaju dengan perlahan. Sedikit tanjakan, kemudian belok ketika melewati kebun teh. Setelah lewat kebun teh, jalan masih berbelok, tetapi mulai turun perlahan. Hingga sampai ke Cipanas. Jalan  perlahan lagi hingga sampai ke kota Cianjur. Jarak  yang tidak terlalu jauh harus di tempuh dengan waktu 5 jam. Luar Biasa. 

Rabu, April 29

Seblak



Yang pernah ke Bandung atau tinggal di Kota Bandung sudah sering mendengar kata seblak. Apa yang di maksud dengan seblak?  Saya sendiri yang tidak tinggal di Bandung, sebelumnya tidak tahu apa maksud tulisan seblak yang ada di warung dan di toko- toko makan. Karena saya yang mengerti bahasa sunda, saya sebelumnya ketika mendengar kata seblak teringat pada suatu perasaan seseorang ketika bertemu dengan orang lain. Ternyata seblak yang satu  ini adalah suatu makanan. Saya juga tidak tahu mengapa makanan ini menjadi bernama “ Seblak”. Mungkin pada mulanya seblak ini jenis makanan yang cukup pedas. Sehingga orang menjadi kepedesan ketika makan.
Seblak ini terbuat dari kerupuk. Biasanya dibuat langsung ketika ada pembeli. Bumbu di masukan ke dalam wajan atau panci kecil,  beri air kemudian masukan kerupuk mentah, direbus sampai matang. Sensasi seblak yang pedas dan rasa kenyal dari kerupuk mentah yang di rebus menjadi sensasi sendiri ketika kita makan.
Seiring dengan perjalana seblak, sekarang sudah banyak modifikasi dari seblak ini. Ada seblak macaroni, seblak sosis,  seblak ceker, ada juga yang dimodifikasi dengan daging cincang. Bisa juga kita memesan seblak yang tidak pedas bagi yang  kurang suka pedas. Tergantung kreatifitas yang membuat makanan seblak ini.
Sekitar lima tahun yang lalu, saya melihat penjual seblak di kota Bandung. Tetapi karena banyak orang yang pernah berkunjung ke Bandung, ternyata suka. Saat ini seblak sudah bisa dijumpai di daerah jawa barat. Di Bekasi pun sudah mulai ada yang menjual seblak kerupuk, macaroni, sosis.
Anda suka kuliner, Tidak ada salahnya untuk mencoba makanan yang satu ini.

Gambar diambil dari:


Minggu, April 26

Registrasi Office 365

Selasa, April 14

Sabahat Penaku



Oleh Teni Nurrita


Bulu Ayam, Pena, Menulis, Penulis, Tinta
Ada yang ingat dengan sabahat pena? Yang sekolah di tahun 80 – 90 an tentu masih ingat dengan sabahat pena. Di setiap majalah dan Koran waktu itu selalu ada kolom sahabat pena.setelah kita lihat sahabat pena muncul, bisa berkenalan berkirim surat.
Dengan mudahnya berkomunikasi dengan telepon, HP yang mempunyai sejumlah fasilitas yang memudahkan komunikasi seperti adanya SMS, BBM, WA, Line, Facebook dan sejumlah social media lainnya orang malas untuk meulis surat. Saat ini orang menulis surat mungkin untuk surat lamaran kerja yang masih sering dilakukan. Untuk surat pribadi sudah jarang dibuat, apalagi oleh anak-anak remaja saat ini. Mungkin anak-anak remaja ada yang belum pernah mengirimkan surat kepada teman, keluarga ataupun kepada guru. Bahkan bahasa yang digunakan untuk menulis surat juga sudah terlupakan.
Pengalaman saya yang pernah menulis surat dengan sahabat pena, keluarga, ada kesenangan sendiri ketika surat tersebut sudah selesai dibuat. Biasanya saya tulis dengan tulisan tangan dan di baca berkali-kali. Apakah sudah sesuai dengan keinginan yang akan kita sampaikan atau belum. Kalau isinya masih ada yang kurang kita tulis lagi surat tersebut sampai menurut kita pesan akan tersampaikan dengan baik.
Bagaimana kita memulai menulis surat? Ada yang masih bingung bagi yang belum pernah menulisnya. Untuk surat pribadi, yang harus dibuat:
Ø   Tanggal surat tersebut dibuat
Ø   Ditujukan kepada siapa ( tujuan surat)
Ø   Salam pembuka (bisa dengan Assalamu’alaikum atau Dengan Hormat)
Ø   Pembuka surat
Ø   Isi surat
Ø   Penutup
Ø   Penulis surat

Dalam menulis surat baik kepada teman taupun kepada orangtua, kita tetap harus menjaga bahasa yang digunakan  harus dengan bahasa yang sopan. Apalagi surat ditulis dengan tangan kita sendiri, akan selalu teringat oleh orang yang menerima apabila terdapat bahsa yang kurang baik. Tetapi kalau bahasa yang kita gunakan menarik, bahasanya sopan, orang yang menerimanya juga akan senang dan akan berulang kali membaca surat kita

Untuk pembuka surat, kita bisa menulis mengenai kabar kita saat ini. Kita juga bisa menanyakan kabar dari orang yang kita kirim surat.  Misalnya : “ Saya sekarang dalam keadaan baik – baik saja. Bagaimana keadaanmu ? “ . Isi surat sesuai dengan pesan yang akan kita sampaikan kepad penerima. Boleh banyak sampai berlembar – lembar atau boleh sedikit sesuai dengan keinginan kita. Penutup surat menulis mengenai surat yang ditulis sudah selesai. Apabila mengharap balasan, bisa kita tulis: “ Di tunggu balasan suratnya”.

Saya teringat ketika sering melakukan surat menyurat dengan sabahat pena. Surat yang dibuat berupa kabar dan kegiatan di sekolah. Kemudian saya masukan ke dalam amplop dan di beri perangko. Dikirim ke kantor pos. Untuk saat ini penggunaan prangko sudah hampir tidak digunakan lagi. Surat saat ini sudah melalui kilat khusus tanpa perangko.

Ketika kita menulis surat kepada sahabat yang jauh ,apabila melalui kantor pos sampai kita menerima balasan memang membutuhkan kesabaran. Setelah surat tersebut dikirim kita selalu menunggu balasan dari sahabat tersebut. Kapan akan membalasnya?  Bisa seminggu sampai sebulan kemudian baru mendapat balasnnya.  Perjalanan surat yang dikirim melalui kantor pos tentu lama untuk sampai ke penerima. Antara 3 – 7 hari. Tergantung dari banyaknya perangko yang kita tempel. Ada harga perangko untuk surat biasa, sampai 7 hari atau untuk kilat yang sampai 3 hari.Tetapi apabila kepada sahabat yang dekat tempat tinggal, bisa dititipkan kepada orang yang  tempat tinggal berdekatan. Besoknya sudah bisa dibalas.

Waktu saya masih SMA, ada tempat di sekolah untuk menyimpan sura-surat yang masuk kepada siswa di sekolah. Tiap hari siswa melihat, surat untuk siapa ya? Saat ini sudah tidak dilakukan lagi oleh siswa SMA.

Ada kesenangan sendiri ketika surat mendapat balasan dari sabahat pena kita. Saya sering mengumpulkan surat-surat kiriman dari sabahat pena. Begitu juga dengan perangkonya, saya koleksi. Kebiasaan menulis surat bagi siswa bisa menumbuhkan kreatifitas dan berlatih menulis. Selain itu dapat menanamkan kesabaran dalam menunggu balasan surat yang kita tunggu

Membuat Group Kontak Dengan Office 365