Sabtu, September 12
Minggu, Agustus 30
Kilas Balik Kebersamaan Dengan Teman-Teman Pendidikan Luar Sekolah(PLS)
Tahun 1994 ku
langkahkan kaki menuju kota Yogyakarta dari kota kecil di Jawa Barat yaitu
Tasikmalaya.. Mengikuti UMPTN ( Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negri).Setelah
selesai UMPTN, kemudian aku lihat pengumuman. Alhamdulillah ternyata lulus
juga. Setelah lihat kode dari Koran, ternyata aku di terima di Jurusan
Pendidikan Luar Sekolah (PLS) IKIP Yogyakarta ( Sekarang Universitas Negri
Yogyakarta/UNY).
Saatnya
registrasi mahasiswa baru, aku menuju kampus UNY. Lihat kiri kanan, ternyata
tidak ada teman-teman SMAku yang kuliah disini. Tidak ada yang aku kenal. Nanti
juga setelah mulai masuk kuliah, pasti akan mempunyai banyak teman. Saya lihat
daftar nama yang masuk di Jurusan PLS, ternyata banyak juga. Sekitar 40 orang
satu kelas.
Sebelum mulai
kuliah, kami sebagai mahasiswa baru harus mengikuti serangkaian kegiatan.
Dimulai dari Penataran P4 ( sekarang sudah tidak ada), kemudian POSKAM (
sekarang OSPEK) Universitas dan Fakultas.
Pada saat OSPEK
ini kami mulai berkenalan dengan teman-teman satu jurusan. Saya masih ingat
wajah-wajah lugu dan imut dari teman-teman yang waktu itu usianya antara 18-19 tahun. Senang sekali saya
wakti itu. Setelah OPSEK kami masih mengikuti kegiatan di jurusan yang waktu
itu diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di Kali Kuning.
Tibalah saat
kami mulai mengikuti perkuliahan. Tahun 1994 masih kuingat ketua jurusan yaitu
Bapak Yoyon Suryono (sekarang beliau sudah menjadi guru besar). Matakuliah yang
diambil merupakan paket yang harus kami ambil di semester satu. Semua harus
beradaptasi dari system sewaktu sekolah di SMA dengan system pembelajaran di
perguruan tinggi.
Banyak tugas-tugas
yang harus dikerjakan secara kelompok. Dengan tugas kelompok ini terjalin
kebersamaan untuk saling berbagi dengan teman-teman. Kami sering mengerjakan di
perpustakaan karena sekalian meminjam buku. Perpustakaan menjadi tempat kedua
untuk belajar. Buku-buku yang tersedia cukup komlpit, sehingga kami bisa
meminjam untuk dijadikan referensi dan belajar.
Saatnya
menghadapi Ujian Tengah Semester (UTS), kami harus belajar untuk mendapatkan
hasil yang terbaik. Catatan dari dosen, harus dibaca lagi dan dipelajari,
sehingga dapat menjawab soal. Beberapa bulan kemudian disusul dengan Ujian
Akhir Semester(UAS). Harus belajar lagi nih..
Soal-soal yang
diberikan oleh dosen membuat kami kaget karena banyak yang memerlukan jawaban
yang panjang dengan penjelasan. Tentu ini berbeda dengansoal-soal yang
diberikan oleh guru sewaktu di SMA.
Setelah UAS,
tibalah libur semester. Saatnya pulang kampung bagi yang berasal dari luar
Yogyakarta termasuk saya.
Memasuki semester
kedua, nilai sudah keluar. Alhamdulillah di semester satu nilai saya B semua.
Koq tidak ada nilai A ya? Padahal aku sudah menjawab dengan baik. Mungkin aku
harus belajar lebih baik lagi. Di semester berikutnya ada beberapa mata kuliah
yang mendapat nilai A. Untuk mendapat nilai A, harus dilalui dengan perjuangan
belajar yang lebih giat. Terimakasih untuk dosen-dosen PLS, yang sudah
membimbing kami. Memberikan standar nilai yang tinggi untuk mendapatkan nila
terbaik. Hal ini menjadi pelajaran bagi kami di kemudian hari. Tugas-tugas yang
cukup sulit menjadikan kami terbiasa untuk berpikir dan membuka wawasan.
Semester demi
semester kami lalui. Tidak terasa sudah sampai di semester 7. Tibalah saatnya
PPL. Kami dibagi beberapa kelompok yang di tempatkan di beberapa intansi. Ada
yang di Depsos,SKB, BKKBN.
Selesai PPL,
masih ada beberapa matakuliah yang harus diambil. Hingga sampailah ke sementer
8 untuk mengukuti KKN ( Kuliah Kerja Nyata) di Lingkungan Masyarakat di daerah
Yogyakarta. Tetapi saya mengikuti KKN di semester pendek setelah semester 8. Karena
di semester 8 saya gunakan untuk pengajuan proposal skripsi. Teman-teman juga
banyak yang mengikuti KKN di semester 8.
Masuk ke smester
9, saatnya fokus untuk skripsi. Saat ini kami sudah jarang lagi bersama. Karena
matakuliah sudah selesai. Semua sibuk dengan tugas masing-masing yaitu
penyusunan skripsi. Hari demi hari kulalui bukan di kelas, tapi di depan ruang
ruang dosen. Menunggu dosen pembimbing 1 dan 2. Berkas demi berkas kami buat,
berbagai referensi kami cari.
Alhamdulillah
semester 9 sudah selesai dilalui. Waktunya ujian skripsi. Saya bersama beberapa
teman hampir bersamaan mengikuti ujian skripsi. Pertengahan tahun 1999 aku
wisuda dengan beberapa teman. Kemudian kutinggalkan kota Yogyakarta yang penuh
dengan kenangan. Tempat kami mendapatkan ilmu.
Kemudian aku
kehilangan kontak dengan teman-teman. Di dunia maya (Dumay) yaitu di Facebook
(FB), aku melihat teman-teman PLS,
menjalin kembali silaturahmi . Merasa senang dan teringat lagi kebersamaan kita
sekitar 5 tahun. Waktu yang cukup lama ya kita bersama dengan satu tujuan yaitu
untuk belajar, menuntut ilmu, mendapatkan ilmu yang berguna. Suka dan duka kita
lalui bersama. Yogyakarta kota yang membuat kangen dan ingin kembali kesana….
Share
Sabtu, Agustus 29
Perkenalan Saya Dengan Blogger Muslimah
Saya
mengenal Blogger Muslimah seminggu yang lalu. Teman saya, Mba Sugianti mengajak
ikut Kopdar di Blogger Muslimah tanggal 29 Agustus 2015. Saya di sarankan untuk
bergabung di komunitas tersebut, karena saya belum bergabung.Yang saya
bayangkan tentu komunitas ini terdiri dari wanita. Satu hari sebelum kegiatan
saya baru sempat mencari komunitas blogger muslimah. Saya mencari di Facebook,
kemudian bergabung dan daftar untuk mengikuti acara Kopdar Blogger muslimah.
Setelah di terima oleh admin, saya menuliskan identitas yang bisa dihubungi.
Kemudian saya mencatat alamat tempat kegiatan tersebut.
Pada
hari Sabtu tanggal 29 Agustus 2015, saya menuju ke tempat acara Kopdar Blogger
Muslimah di Nutrifood
Inspiring Center Apartemen Menteng Square Tower A No. AR 17.Jl. Matraman No. 30E Jakarta. Jam 09.00 saya datang ke tempat acara tersebut,
sesuai dengan acara yang sudah di tetapkan. Ternyata acara belum dimulai karena
masih menunggu beberapa anggota yang sudah daftar untuk hadir.
Sekitar jam 10.00 acara baru dimulai,
acara di bawakan oleh Mba Liswanti selaku admin di Blogger Muslimah. Kemudian sambutan dari Mba Novia selaku Founder
Blogger Muslimah. Mba Novia menjelaskan latar belakang Komunitas ini di bentuk,
kegiatan-kegiatan yang diadakan, tujuan dari kegiatan. Tentu semua bermanfaat
bagi muslimah yang hobi menulis atau yang mulai mencoba menulis.Kemudian perkenalan semua anggota yang hadir. Tentu saja saya baru
mengenal para anggota yang hadir. Terdiri dari berbagai profesi yang berbeda.
Ada yang sudah sering menulis di Blog dan ikut kompetensi. Saya yang masih baru
menulis di blog, bisa menambah semangat untuk terus menulis. Setelah berkenalan
semua anggota, perkenalan dari Mba Widi Darma selaku perwakilan dari
Nutrifood. Banyak pengetahuan yang di dapat, diantaranya: menulis yang baik,
membuat foto yang menarik, blog yang menarik sehingga di pilih menjadi juara.
Acara selanjutnya adalah kuis mengenai
pertanyaan yang bisa di jawab oleh anggota. Yang menjawab benar, mendapat hadiah
dari panitia. Karena sudah waktunya makan siang, maka kami semua makan siang
bersama. Sebelum makan siang, acara foto bersama. Makan siang berupa makanan
yang di bawa oleh masing-masing peserta, kami semua bisa saling berbagi.
Selanjutnya pembagian hadiah lagi dengan mengajukan pertanyaan dan pemilihan
dari anggota yang berhak mendapatkannya. Semua yang hadir mendapat hadiah. Saya mendapat hadiah buku dengan
judul Blogger Indonesia. Setelah saya buka dan lihat isi dari buku tersebut,
ternyata isinya kumpulan tulisan para blogger . Mudah-mudahan dapat memberi
inspirasi bagi saya untuk menulis .
Acara selesai, sebelum pulang kami
sholat dzuhur. Alhamdulillah setelah mengikuti acara kopdar Blogger Muslimah,
saya mendapatkan pengalaman baru, wawasan mengenai menulis, teman-teman yang
baru dan tentu ada semangat untuk sering menulis. Karena selama ini karena
kesibukan pekerjaan, kadang-kadang kurang semangat untuk menulis, Terimakasih
teman-teman
Blogger Muslimah.
Jumat, Agustus 7
Perjalananku di Negri Impian
Suatu hari di awal bulan Agustus 2015, saya pulang dari
bekerja di salah satu kota di negri impian. Negri yang kaya raya dengan
kekayaan alam yang sangat melimpah. Siang itu saya naik bis kota yang menjadi
sarana transportasi umum di kota tersebut.
Bis melaju dari suatu terminal menuju ke tempat tujuan. Belum
lama bis berjalan, kira-kira 10 menit, tiba-tiba ada sekelompok anak sekolah
yang bergerombol di pinggir jalan. Dilihat dari seragamnya, mereka adalah siswa
SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas). Mereka berusaha untuk menghentikan bis.
Tetapi sopir bis tidak mau berhenti karena gerombolan siswa tersebut biasanya
sering tawuran untuk menyerang sekolah lain.
Pada saat bis berjalan meninggalkan siswa tersebut, tiba-tiba ada salah
seorang siswa yang memukul kaca bis dari samping. Apa yang terjadi? Kaca bis
pecah. Saya sangat kaget karena duduk dekat dengan kaca bis yang di pecahkan
oleh salah satu siswa tersebut.
Saya bersyukur karena tidak sampai terluka. Tetapi di
belakang saya sada seorang kakek yang terluka tangannya dan mengeluarkan darah. Kemudian saya berika
tissue kepada kakek tersebut. Ada beberapa luka kecil pada tangan kakek
tersebut. Bis yang saya tumpangi juga tidak mempunyai peralatan P3K. untuk
mengobati luka tersebut. Bis terus melaju menuju tempat tujuan.
Ketika saya bertanya
kepada kernet bis mengenai perilaku anak- anak tersebut yang sering
mengadakan tawuran. Jawabnya: “Itulah anak-anak sekarang, sekolah pada
tawuran”.
Saya hanya terdiam, tidak bisa komentar. Salah siapa ini?
Sudah sedemikiankah tingkah laku siswa sekolah? Mengapa mereka lebih
mengedepankan emosi daripada prestasi? Apakah siswa yang sering bergerombol
untuk menyerang musuh dengan tawuran tidak pernah terpikir akibat yang mereka
lakukan? Tidak ingatkah akibat dari tawuran yang bisa merugikan diri sendiri
dan juga orang lain? Melukai diri sendiri dan juga orang lain. Tidak ingatkah
akan masa depan mereka?Mau menjadi apa generasi penerus bangsa ini?
Para siswa tersebut tentu di sekolah di berikan banyak ilmu
oleh guru. Tetapi sayang sekali, ilmu yang sudah diberikan oleh guru di sekolah
tidak dimanfaatkan dengan baik. Tentu tidak semua siswa senang dengan tawuran
dan perkelahian. Masih ada juga siswa yang berprestasi dan menjadi kebanggan
bangsa dan Negara.
Share
Sabtu, Juli 25
Reuni dengan teman SMA ku
Masa- masa SMA masa yang penuh menyenangkan. Suka dan duka
dilalui dengan teman-teman. Masa di mana kita dari usia remaja menuju usia
dewasa. Di masa-masa inilah kadang-kadang banyak perlajanan yang di lalui
begitu menyenangkan bersama teman-teman.
Setelah bertahun tahun
bahkan sekarang sudah puluhann tahun setelah lulus dari SMA, tetapi kita
masih mengingat teman-teman dan kebersamaan yang pernah dilalui.
Di masa saya SMA, teknologi belum berkembang seperti
sekarang. Belum ada siswa bawa HP,
laptop. Komputer juga masih terbatas. Sehingga kami lebih sering berkumpul
dengan teman-teman untuk mengerjakan tugas. Baik itu PR atau tugas kelompok.
Setelah hari Raya Idul Fitri, pada hari kamis, kami
mengadakan halalbihalal dan silaturahmi dengan teman-teman SMA. Ketika bertemu
dengan teman-teman, kita merasa menjadi remaja lagi. Merasa menjadi muda lagi.
Berbagai cerita sewaktu SMA kita bahas.
Semua teman masih ingat saat yang menyenangkan. Indahnya Kebersamaan…
Share
Mudik
Di Negaraku, pada saat hari raya khususnya hari raya Idul
Fitri sangat berharap untuk berkumpul bersama dengan seluruh keluarga.Karena di
sini masih memelihara hubungan dengan keluarga besarmaka pada hari raya selalu
berkumpul dengan seluruh keluarga. Tidak semua keluarga tinggal berdekatan
dengan tempat tinggal kita. Ada kalanya kita juga bekerja ke kota lain sehingga
tinggal berjauhan dengan orang tua dan
keluarga besar. Pada saat hari raya ini kita pulang ke kampung halaman
tempat keluarga besar kita tinggal. Istilah pulang kampung ini biasa disebut
dengan nama Mudik.
Berbagai persiapan dilakukan untuk mudik. Menyiapkan pakaian
yang akan kita gunakan selama di kampung, makanan untuk di perjalanan. Tidak
lupa oleh-oleh untuk keluarga di kampong.
Untuk sampai ke kampung halaman, berbagai sarana transportasi
di gunakan. Pesawat, Kapal, Kereta api, Bis, Mobil pribadi, motor. Transpotrasi
umum sudah di pesan jauh-jauh hari. Bahkan ada tiket yang sebulan sebelum hari
raya sudah habis.
Mendekati hari raya, semua transportasi darat hampir
bersamaan melakukan perjalanan. Sehingga yang terjadi macet di sepanjang jalan.
Perjalanan pun menjadi lama dan harus di tempuh sampai dua kali lipat dari
perjalanan di hari biasa. Bahkan bisa lebih.
Perjalanan yang panjang dan melelahkan, terbayar dengan
kebahagiaan bertemu dengan orangtua dan keluarga di kampung. Kebersamaan dan
silaturahmi dengan keluarga sangat membahagiakan. Apalagi pada saat hari raya
idul Fitri, saatnya kita saling memaafkan. Kembali fitri..
Share
Langganan:
Komentar (Atom)
