Jumat, April 3
Senin, Maret 30
Belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi Bagi Anak
Belajar
Teknologi Informasi dan Komunikasi Bagi Anak
Oleh:
Teni Nurrita
Dengan kemajuan
zaman terutama begitu cepatnya di bidang
Teknologi Informasi dan komunikasi, tentu kita harus bisa menggunakan Teknologi
informasi dan komunikasi dengan baik. Teknologi yang datang membawa berbagai
dampak bagi kehidupan. Baik yang positif maupun yang negative. Membiasakan
anak-anak untuk belajar teknologi informasi dan komunikasi tentu harus
didampingi oleh orangtua di rumah atau guru di sekolah.
Anak-anak begitu
mudah belajar Teknologi karena rasa
ingin tahunya yang tinggi dan tidak malu kalau salah dalam menggunakan. Anak-anak
juga tidak ada rasa takut alat yang digunakan tersebut rusak. Sehingga
terus mencoba-dan mencoba. Berbeda dengan orang dewasa dalam belajar teknologi
yang selalu berhati-hati dan takut salah.
Pengalaman saya
sebagai guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), ketika mulai tahun
ajaran baru. Siswa kelas satu yang menjadi siswa baru, kemudian datang ke lab
computer. Biasanya belum mengenal cara menggunakan computer dan program yang
digunakan. Bahkan ada yang belum bisa menggunakan mouse. Tetapi sebulan
kemudian, mereka sudah lancar menggunakan computer, membuka program, membuat
karya.
Anak-anak yang
setiap hari selalu melihat Teknologi baik di rumah maupun di sekolah, sebagai
guru dan orang tua harus mengarahkan ke hal-hal yang positif. Karena teknologi
kalau salah dalam menggunakan apalagi bagi anak-anak berakibat yang buruk.
Misalnya anak-anak yang suka main game. Kebiasaan ini kalau kita biarkan tentu
mengakibatkan anak tidak mau belajar. Karena asyik di depan computer atau PS.
Tetapi kalai hobi anak ini kita arahkan dengan main game yang isinya game
pendidikan. Selain anak senang bisa bermain game, mereka juga mendapat ilmu
yang berguna.
Berbagai program
computer yang ada bisa digunakan untuk permaian yang berguna bagi anak. Tentu
ada pula program khusus yang digunakan untuk game pendidikan. Orangtua di rumah dan juga guru di sekolah
harus kreatif dalam mengarahkan dan membimbing anak untuk menggunakan teknologi
yang ada secara positif.
Share
Minggu, Maret 29
Ayat AL-Qur’an Tentang Ilmu dan Pendidikan
Ayat AL-Qur’an Tentang Ilmu dan
Pendidikan
1. Al Qur’an Surat: Al-Alaq ayat 1-5
“Bacalah
dengan nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah..!
Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar dengan kalam(firman Allah),
Mengajar manusia apa yang tiada ia tahu”
2. Al Qur’an Surat An-Nisa ayat 83
“ Dan apabila datang
kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu
menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di
antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan
dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena
karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut setan, kecuali
sebagian kecil saja (di antaramu)”
3. Al Qur’an Surat Hud ayat 24
“Perbandingan kedua
golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang mukmin), seperti orang buta dan
tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Adakah kedua golongan
itu sama keadaan dan sifatnya?. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran
(daripada perbandingan itu)?.
4. Al
Qur’an Surat Ar-Ra'd ayat 16
Katakanlah:
"Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Jawabnya: "Allah".
Katakanlah: "Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari
selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula)
kemudharatan bagi diri mereka sendiri?". Katakanlah: "Adakah sama
orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang
benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat
menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut
pandangan mereka?" Katakanlah: "Allah adalah Pencipta segala sesuatu
dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa".
5. Al
Qur’an Surat Al-'Ankabut ayat
43
“Dan
perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya
kecuali orang-orang yang berilmu”
6. Al Qur’an Surat Az-Zumar ayat 9
“ (Apakah kamu hai
orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu
malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan
mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang
mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang
yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”
7. Al Qur’an Surat Al-Mujadilah ayat 11
“ Hai orang-orang
beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam
majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.
Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang
yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa
yang kamu kerjakan”
8. Al Qur’an Surat Thoha ayat 114:
Artinya :”Dan katakanlah (olehmu muhammad),”ya Tuhanku, tambahkan kepadaku ilmu pengetahuan”
Artinya :”Dan katakanlah (olehmu muhammad),”ya Tuhanku, tambahkan kepadaku ilmu pengetahuan”
9. Al Qur’an Surat Lukman ayat 14-17 :
(Ayat 14): “ Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua
orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang
bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan
kepada kedua dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu”
(Ayat 15): ” Dan jika keduanya
memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu
tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya
di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian
hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu
kerjakan”
(Ayat 16) : (Luqman berkata): “Hai
anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada
dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya
(membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
(Ayat 17): “ Hai anakku, dirikanlah
shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari
perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu.
Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”
Sebagai renungan, semoga bermanfaat.
Oleh:
Teni Nurrita
Metode Pembelajaran
Metode
Pembelajaran Yang Melibatkan Siswa Dalam Proses Pembelajaran
Oleh
Teni Nurrita
Metode
pembelajaran adalah suatu cara atau upaya yang dilakukan oleh para pendidik
agar proses belajar-mengajar pada siswa tercapai sesuai dengan tujuan. Metode
pembelajaran merupakan cara-cara yang digunakan guru untuk menyajikan informasi
atau pengalaman baru, menggali pengalaman peserta didik, menampilkan unjuk
kerja siswa.
Banyak
metode pembelajran yang bisa digunakan oleh guru. Sebagai guru, harus kreatif
membuat metode pembelajaran sehingga siswa dapat menerima pelajaran sesuai
dengan tujuan pembelajaran. Guru dapat membuat metode pembelajran dengan
melibatkan siswa dalam proses pembelajaran.
Metode
pembelajaran tersebut adalah:
Merupakan suatu model pembelajaran
yang melibatkan siswa untuk memecahkan masalah melalui tahap-tahap metode
ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan
masalah tersebut dan sekaligus memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah.
Problem
Based Learning
(pembelajaran berbasis masalah) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang
menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar
tentang cara berfikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk
memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran.
Pembelajaran berbasis masalah
digunakan untuk merangsang berfikir dalam
situasi berorientasi masalah, termasuk didalamnya belajar. Peran guru dalam
pembelajaran berbasis masalah adalah menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan,
dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog.
2. Project
Based Learning
Adalah metode pembelajaran yang menggunakan
proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian,interprestasi,
simtesis dan informasi untuk menghasilkan berbagai hasil belajar
Metode ini memanfaatakan proyek dalam proses belajar
mengajar, dengan tujuan memperdalam pembelajaran, di mana siswa menggunakan pertanyaan-pertanyaan
investigatif dan juga teknologi yang relevan dengan hidup mereka. Menggunakan
masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan pengetahuan berdasarkan
pengalaman dalam beraktifitas secara nyata.
Metode
pembelajaran yang melibatkan secara
maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda,
manusia atau peristiwa) secara sistematis, kritis, logis, analitis sehingga
mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.
Adalah
kelompok kecil untuk menuntun dan mendorong siswa dalam keterlibatan belajar.
Metode ini menuntut siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam
berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok
Metode-metode
tersebut berusaha membelajarkan siswa untuk mengenal masalah, merumuskan
masalah, mencari solusi atau menguji jawaban sementara atas suatu
masalah/pertanyaan dengan melakukan penyelidikan (menemukan fakta-fakta melalui
penginderaan), pada akhirnya dapat menarik kesimpulan dan menyajikannya secara
lisan maupun tulisan.
Metode
pembelajaran ini sangat penting
di lakukan agar proses belajar mengajar tersebut nampak menyenangkan sehingga siswa dapat
menangkap ilmu dari tenaga pendidik tersebut dengan mudah.
Semoga bermanfaat
Referensi:
seputarpendidikan003.blogspot.com/2013/06/pengertian-metode-pembelajaran.html
Iffah Budiningsih, Bahan Ajar (Diktat) Desain
Pembelajaran, Jakarta: Universitas Islam
As-Syafiiyah, 2014
Sabtu, Maret 28
Klasifikasi Media Pembelajaran
Klasifikasi Media Pembelajaran
Oleh: Teni Nurrita
Media merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran.
Sebagai komponen, media hendaknya merupakan bagian integral dan harus sesuai
dengan proses pembelajaran secara menyeluruh. Akhir dari pemilihan media adalah
penggunaaan media tersebut dalam kegiatan pembelajaran, sehingga memungkinkan
siswa dapat berinteraksi dengan media yang kita pilih.
Menurut Yusufhadi Miarso
(2009 : 456) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang
digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan,
perhatian, dan kemauan si belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses
belajar yang disengaja, bertujuan, dan terkendali.
Untuk menentukan media
pembelajaran yang sesuai dengan siswa dan materi yang diberikan, seorang guru
juga harus mengetahui klasifikasi media pembelajaran. Diharapkan guru dapat membuat
media pembelajaran yang kreatif dengan
biaya yang terjangkau. Tidak semua media pembelajaran memerlukan biaya yang
mahal. Ada beberapa media pembelajaran yang bisa di buat sendiri oleh guru
bahkan ada juga media pembelajaran yang ada di sekitar lingkungan sekolah.
Ada
3 kategori utama berbagai bentuk media pembelajaran:
1. Media
Penyaji, yaitu media yang mampu menyajikan informasi
Yang
termasuk media penyaji yaitu:
a. Grafis,
Bahan Cetak dan Gambar diam
Ketiganya menggunakan visual diam dan bentuk penyajian
ini memperagakan pesan yang disampaikan secara langsung.
b. Media
Proyeksi Diam
Kelompok ini meliputi
film bingkai ( slide). Film rangkai (film stip), dan transparansi, termasuk
proyeksi pantul ( Opaque projector)
c. Media
Audio
Media yang menyalurkan
dalam bentuk bunyi. Bahan audio yang sering dipakai adalah rekaman.
d. Audio
ditambah media visual diamMedia ini merupakan kombinasi rekaman audio dan
bahan-bahan visual diam. Contohnya: film rangkai suara yang biasanya
menggunakan rekamanyang disinkoronisasikan dengan gambar pada film rangkai.
e. Gambar
hidup (Film)
Media ini dapat
menyampaikan bentuk informasi berupa gambar, garis, symbol, suara dan gerakan
f. Televisi
Media ini memberikan
penyajian yang serupa dengan film tetapi menggunakan proses elektronis dalam
merekam, menyalurkan dan memperagakan gambar. Ada berbagai bentuk televise yaitu:
televisi untuk siaran dan televisi untuk siaran terbatas
g. Multimedia
Media ini terdiri dari
berbagai bahan belajar yang membentuk satu unit atau yang terpadu dan dapat
dikombinasikan atau dipaketkan dalam bentuk modul yang dapat digunakan untuk
belajar mandiri atau berkelompok tanpa harus didampingi oleh guru.
2. Media
Objek
Media
objek adalah benda tiga dimensi yang mengandung informasi, tidak dalam bentuk
penyajian tetapi melalui ciri fisiknya seperti ukuran, bentuknya, susunannya,
warnanya,fungsinya.
Media
objek terdiri dari:
a. Media
objek sebenarnya
Media ini dibagi
menjadi dua yaitu objek alami dan objek buatan manusia.
Objek alami adalah segala
sesuatu yang terdapat di alam dan mengandung informasi bagi kehidupan.
Cotohnya: jenis batuan yang ada di alam
Objek buatan manusia
contonya gedung, bangunan, mesin, alat-alat, alat komunikasi, jaringan
transportasi, dan semua benda yang dibuat manusia untuk keperluannya.
b. Media
objek pengganti
Adalah benda-benda yang
dibuat untuk mewakili atau menggantikan benda-benda sebenarnya. Contohnya replica,
model dan benda tiruan.
3. Media
Interaktif
Ciri
media interaktif adalah siswa tidak hanya memperhatikan penyajian atau objek
tetapi harus berinteraksi selama mengikuti pelajaran.
Ada
tiga macam interaksi yang dapat diidentifikasi:
a. Siswa
berinterksi dengan sebuah program. Contonhya mengisi blanko pada teks yang
terprogram
b. Siswa
berinteaksi dengan mesin. Contonya mesin pembelajaran, simulator, laboratorium
bahasa, komputer
c. Mengatur
interaksi antar siswa secara teratur tetapi tidak terprogram. Contohnya
permainan pendidikan atau simulasin yang melibatkan siswa dalam kegiatan.
Contoh
media pembelajaran yang ada diharapkan dapat memberikan petunjuk bagi guru
dalam menentukan media pembelajaran sehingga proses belajar mengajar dapat
sesuai dengan tujuan. Strategi yang paling baik bagi guru adalah memanfaatkan secara
optimal media pembelajaran yang ada, bukan berdasarkan dari kecanggihan media
pembelajaran dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran.
Semoga bermanfaat.
Referensi
Yusufhadi
Miarso, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan: Jakarta:
Pustekkom Diknas dan Kencana Prenada Media Group, 2009
Langganan:
Komentar (Atom)