Minggu, Agustus 5

Rencana Pembelajaran ( sem 6 Reguler)



Rencana Pembelajaran
Mt Kuliah: Perencanaan Sistem Kependidikan Islam
Untuk Sem 6/ Reguler
Ada 8 langkah yang dilakukan guru dalam mengelola kelas:
  1. Persiapan yang cermat
  2. Tetap menjaga dan terus mengembangkan rutinitas
  3. Bersikap tenang dan penuh percaya diri
  4. Bertindak dan bersikap profesional
  5. Mampu mengenali perilaku yang tidak tepat
  6. Menghindari langkah mundur
  7. Berkomunikasi dengan orang tua siswa secara efektif
  8. Menjaga munculnya kemungkinan munculnya masalah
Tahap perencanaan pembelajran:
  1. Tahap 1: perencanaan sebelum kegiatan pembelajaran
  2. Tahap 2: Menjelasakan tujuan pembelajaran
  3. Tahap 3: menyajikan dan mengorganisasikan kemajuan belajar
  4. Tahap4: melibatkan dan memotivasi belajar siswa
  5. Tahap 5 : memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengulang dan mempraktekan pelajaran
  6. Tahap 6: Pemberian tes

 Pembuatan RPP



 




 


 






Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah



Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah
Untuk  Mt Kuliah: Sejarah Pendidikan
Mhs STAIZA sem 4 ( Intensif)

Wahyu yang pertama diterima oleh Nabi Muhammad pada tahun 610 M di Gua Hira, Makkah tertulis pada ayat al-qur’an yang artinya: “Bacalah (ya Muhammad) dengan nama Tuhanmu yang telah menjadikan (semesta alam). Dia menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu Maha Pemurah. Yang mengajarkan dengan pena. Mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya.(Q.S. Al-Alaq: 1-5)
Kemudian wahyu yang kedua tertulis dalam ayat al-qur’an yang artinya: Hai orang yang berselimut. Bangunlah, lalu berilah peringatan! dan Tuhanmu agungkanlah! dan pakaianmu bersihkanlah dan perbuatan dosa tinggalkanlah dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.(Q.S. Al-Mudatsir: 1-7)
Setelah banyak orang memeluk Islam, lalu Nabi menyediakan rumah Al- Arqam bin Abil Arqam untuk tempat pertemuan sahabat-sahabat dan pengikut-pengikutnya. Di tempat itulah pendidikan Islam pertama dalam sejarah pendidian Islam. Nabi mengajarkan dasar-dasar atau pokok-pokok agama Islam kepada sahabat-sahabatnya dan membacakan wahyu-wahyu (ayat-ayat) al-qur’an kepada para pengikutnya serta Nabi menerima tamu dan orang-orang yang hendak memeluk agama Islam atau menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan agama islam. Nabi beribadah (sholat) bersama sahabat-sahabatnya.
Pada periode Madinah Islam merupakan kekuatan politik. Ajaran Islam yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat banyak turun di Madinah. Nabi Muhammad juga mempunyai kedudukan, bukan saja sebagai kepala Agama, tetapi juga sebagai kepala Negara. Salah satu yang menjadi ciri perkembangan pendidikan pada periode ini adalah dibangunnya lembaga pendidikan yaitu Masjid Nabawi. Masjid tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat melaksanakan ibadah shalat tetapi juga dipakai sebagai pusat pendidikan dan pengajaran kagamaan, mengadili beberapa perkara masyarakat, musyawarah dan pertemuan lainnya
          Pendidikan pada periode Madinah ditandai dengan mulai berkembangnya pendidikan Islam dan mulai bermunculan lembaga pendidikan Islam seperti mesjid yang pertama kali didirikan yaitu Masjid Quba yang manfaatnya tidak hanya untuk beribadah saja tetapi seklaigus tempat belajar dan mengajar.
          10 metode pendidikan Rasulullah yaitu :
  1. Metode Graduasi (Al-Tadarruj)
  2. Metode Levelisasi
  3. Metode Variasi (Al-Tanwi’ Wa Al-Taghyir)
  4. Metode Keteladanan (Al-Uswah wa Al-Qudwah)
  5. Metode Aplikatif ( At-Tatbiqi Wa Al-‘Amali)
  6. Metode Pengulangan (Al-Taqrir Wa Al-Muraja’ah)
  7. Metode Evaluasi (Al-Taqyim)
  8. Metode Dialog (Al-Hiwar)
  9.  Metode Analogi (Al-Qiyas)
  10. Metode Cerita
·         Metode graduasi atau penahapan merupakan metode Al-qur’an dalam membina masyarakat, baik dalam melenyapkan kepercayaan dan tradisi jahiliyah maupun yang lain. Demikian pula dalam menanamkan aqidah, Al-qur’an juga menggunakan metode graduasi ini. Oleh sebab Al-qur’an diturunkan kepada Rasul secara berangsur-angsur (bertahap),
          Metode Levelisasi
Penyampaian materi pelajaran yang dilakukan Nabi Muhammad sering berbeda antara orang satu dengan orang yang lain dengan memperhatikan level-level atau peringkat dan kemampuan kecerdasan intelektual seseorang dalam menangkap sebuah pelajaran. Dengan tujuan agar materi yang disampaikan beliau benar-benar bisa diterima oleh peserta didik.
          Metode Variasi (Al-Tanwi’ Wa Al-Taghyir)
 Nabi Muhammad membuat variasi waktu dalam memberikan pelajaran kepada para sahabat. Memberikan variasi-variasi dalam penyampaian materi pelajaran. Karena yang beliau ajarkan adalah wahyu dari Allah yang pada saat itu sedang dalam proses diturunkan. Oleh sebab materi yang dikirimkan lewat wahyu itu bervariasi, maka secara otomatis pendidikan yang diajarkan Rasulullah bervariasi.
          Metode Keteladanan (Al-Uswah wa Al-Qudwah)
Ketika Rasulullah Muhammad memberikan sebuah materi yang berkaitan pola perilaku atau tingkah laku yang berkaitan dengan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari, sebelum beliau menyampaikan kepada peserta didik, terlebih dahulu beliau melakukannya dalam perbuatan sehari-hari. Dengan hal demikian, maka peserta didik akan lebih cepat memahami ajaran Rasulullah. Selain itu, dalam Al-Qur’an juga telah disebutkan bahwa:
“sungguh telah ada bagi kalian pada diri Rasulullah suatu suri tauladan yang baik”. (Qs. Al-Ahzab: 21)
 
          Metode Aplikatif ( At-Tatbiqi Wa Al-‘Amali)
Apabila Rasulullah sudah memberikan teladan-teladan dalam ajaran-ajaran yang beliau sampaikan kepada peserta didik, maka pada gilirannya peserta didikpun langsung mempraktikan dan mengaplikasikan ajaran – ajaran itu dalam kehidupan sehari – hari. Pendidikan Nabi Muhammad tidak sekedar menyampaikan materi pelajaran saja, melainkan juga langsung diamalkan.
          Metode Pengulangan (Al-Taqrir Wa Al-Muraja’ah)
Metode pengulangan menjadi salah satu metode yang digunakan beliau, karena dianggap perlu dan penting untuk dilakukan khususnya dalam materi pelajaran yang penting-penting
          Metode Evaluasi (Al-Taqyim)
Sebuah metode yang digunakan oleh Rasul dalam penyampaian materi pelarannya, dimana Beliau tidak hanya berhenti setelah sudah memberikan materi kepada peserta didik, akan tetapi beliau juga melakukan sebuah tindakan monitoring dan evaluating. 
          Metode Dialog (Al-Hiwar)
Metode pendidikan Rasulullah selanjutnya adalah Al-Hiwar yaitu dialog, Tanya jawab. Dalam hal ini Rasul, berperan sebagai penanya dan pendialog. Sementara peserta didiknya yang diajak dialog. Dengan metode ini, Beliau membentuk peserta untuk melakukan perubahan yaitu dari tidak tahu menjadi mengetahui, kemudian dan memahami, dan yang selanjutnya sampai ke posisi meyakini. Metode ini banyak mewarnai system pendidikan Islam pada masa Rasulullah.
          Metode Analogi (Al-Qiyas)
Penerapan metode ini dalam pendidikan Rasul disini Beliau seringkali menyebutkan ungkapan-ungkapan  dalam mengajarkan agama Islam kepada peserta didik.
          Metode Cerita
Metode ini dikemas dengan cara bercerita. Untuk menanamkan ajaran-ajaran Islam kepada peserta didik, Rasul seringkali menuturkan kisah orang – orang terdahulu.



Pengertian Sejarah Pendidikan Islam



Pengertian Sejarah Pendidikan Islam
Untuk  Mt Kuliah: Sejarah Pendidikan
Mhs STAIZA sem 4 ( Intensif)
Pendidikan  Islam dalam  tafsir  pendidikan (menurut) Islam adalah suatu pandangan yang didasari pengertian bahwa Islam  adalah ajaran tentang nilai- nilai  dan norma-norma kehidupan yang ideal, yang bersumber dari al-Qur’an dan al-Sunnah.
Pendidikan menurut Islam, dapat dipahami  sebagia ide-ide, konsep-konsep, nilai-nilai dan norma-norma kependidikan, sebagaimana yang dapat dipahami  dan dianalisis serta dikembangkan dari sumber otentik ajaran Islam, yaitu  al-Qur’an dan al-Sunnah.
Pendidikan  Islam  dalam tafsir  pendidikan Islam  berdasarkan sudut pandang, bahwa  Islam adalah ajaran-ajaran, sistem budaya  dan peradaban yang tumbuh  dan berkembang  serta didukung oleh umat Islam  sepanjang sejarah, sejak zaman Nabi Muhammad SAW, sampai masa sekarang.
Pendidikan dalam Islam adalah “proses dan praktek penyelenggaraan pendidikan dikalangan umat Islam yang berlangsung secara berkesinambungan dari generasi ke generasi dalam  rentangan sejarah Islam”.
Dalam bahasa arab pengertian kata pendidikan sering digunakan pada beberapa istilah antara lain:
 Al-Ta’lim yaitu bersifat pemberian atau penyampaian pengertian pengetahuan dan keterampilan.,
 Al-Tarbiyah yaitu mengasuh, mendidik dan memelihara dalam leksikal al-qur’an penunjukkan kata al-tarbiyaha yang merujuk pada pengertian pendidikan secara implisit tidak dikemukakan.
Secara esensial kata al-tarbiyah mengandung dua makna yaitu: adalah merupakan proses transformasi sesuatu sampai pada batas kesempurnaan (kedewasaan) dan dilakukan secara bertahap.
 Al-Ta’dib yaitu proses mendidik yang lebih tertuju pada pembinaan dan penyempurnaan akhlak atau budi pekerti peserta didik.
Definisi Pendidikan Islam
Pendidikan Islam adalah serangakaian pengalaman, pengetahuan dan keterampilan yang diberikan oleh lembaga pendidikan Islam kepada peserta didiknya untuk mengembangkan dan membina potensi mereka dengan sempurna dan integral, baik akal, fisik, dan emosional mereka serta meluruskan moralitas dan akhlak mereka searah dengan kemampuan yang mereka miliki untuk dapat memakmurkan  dan membangun dunia  ini sesuai dengan sistem Allah dan syari’atnya (Ali Ahmad Madkur 1990).
Hasan Langgulung merumuskan pendidikan Islam sebagai suatu proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan, memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai Islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat.
Menurut Athiyah Al-Abrasy, pendidikan Islam adalah mempersiapkan manusia supaya hidup dengan sempurna dan bahagia, mencintai tanah air, tegap jasmaninya, sempurna budi pekertinya, pola pikirnya teratur dengan rapi, perasaannya halus, profesiaonal dalam bekerja dan manis tutur sapanya.
MarimbaAhmad D.  memberikan pengertian bahwa pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam.
Pengertian Sejarah
Kata sejarah secara etimologi dapat diungkapkan dalam bahasa Arab yaitu Tarikhsirah atau ilmu tarikh, yang berarti ketentuan masa atau waktu, sedangkan ilmu tarikh yaitui ilmu yang membahas suatu peristiwa dan sebab-sebab terjadinya peristiwa tersebut. Dalam bahasa inggris sejarah disebut dengan history yang berarti uraian secara berurutan tentang kejadian-kejadian masa lampau (orderly descriphon of past even).
Adapun secara terminologi sejarah adalah sejumlah keadaan dan peristiwa penting yang terjadi di masa lampau dan benar-benar terjadi pada individu dan masyarakat sesuai pada kenyataan-kenyataan alam dan manusia yang telah terjadi.
Pengertian sejarah pendidikan islam (Tarihut Tarbiyah islamiyah) menurut  Zuhairini yaitu:
Keterangan mengenai pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam dari waktu ke waktu, sejak zaman lahirnya islam sampai dengan saat ini.
Dra. Hasbullah merumuskan bahwa sejarah pendidikan islam yaitu:
Catatan sebuah peristiwa tentang pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam sejak lahirnya Nabi hingga saat ini.
Suatu cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam baik dari segi gagasan atau ide-ide, konsep, lembaga maupun opersinalisasi sejak zaman nabi Muhammad hingga saat ini.
Ruang Lingkup Sejarah Pendidikan Islam
Adapun ruang lingkup sejarah pendidikan islam itu berawal dari sejarah pendidikan islam yang bermula sejak zaman Nabi Muhamad SAW sampai saat ini yang telah berkembang diberbagai negara di dunia khususnya di Indonesia. Seperti contoh sejarah pendidikan islam yang dibawa oleh para wali songo ke Indonesia, tokoh-tokoh dan perjalanan serta perjuangan dari KH.Hasyim Asy’ary, KH.Ahmad Dahlan, Buya Hamka, Mahmud Yunus dalam upaya pembangunan pendidikan islam dan berbagai kendala yang dihadapi dalam menyebarkan pendidikan islam serta keterlibatannya dengan pemerintah dalam mengembangkan pendidikan islam.