Minggu, Juni 16

FUNGSI KOMUNIKASI



FUNGSI KOMUNIKASI
 Secara Umum Fungsi Komunikasi adalah sebagai berikut :
  • Menyampaikan pikiran atau perasaan
  • Tidak terasing atau terisolasi dari lingkungan
  • Mengajarkan atau memberitahukan sesuatu
  • Mengetahui atau mempelajari dari peristiwa di lingkungan
  • Mengenal diri sendiri
  • Memperoleh hiburan atau menghibur orang lain.
  • Mengurangi atau menghilangkan perasaan tegang
  • Mengisi waktu luang
  • Menambah pengetahuan dan merubah sikap serta perilaku kebiasaan
  • Membujuk atau memaksa orang lain agar berpendapat bersikap atau berperilaku sebagaimana diharapkan


Selain Itu Fungsi Komunikasi juga dibagi menjadi 4 Kerangka yakni :

Komunikasi sosial
Fungsi komunikasi sebagai komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi-diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, antara lain lewat komunikasi yang menghibur, dan memupuk hubungan dengan orang lain.

Komunikasi ekspresif
Komunikasi ekspresif tidak otomatis bertujuan mempengaruhi orang lain, namun dapat dilakukan sejauh komunikasi tersebut menjadi instrument untuk menyampaikan perasaan-perasaan  (emosi) kita.

Komunikasi ritual
Komunikasi rutual bertujuan untuk komitmen mereka kepada tradisi keluarga, komunitas, suku, bangsa, negara, ideology, atau agama mereka.

Komunikasi instrumental
Komunikasi instrumental mempunyai beberapa tujuan umum: menginformasikan, mengajak, mengubah sikap dan keyakinan, dan mengubah perilaku atau menggerakan tindakan, dan juga menghibur.
Komunikasi atau yang dalam bahasa Inggris adalah communication merupakan sebuah kegiatan dimana seseorang melakukan interaksi dengan orang lain melalui simbol-simbol verbal maupun non verbal, misalnya bahasa Indonesia (verbal) atau bahasa isyarat (non verbal). Komunikasi yang dilakukan oleh seseorang mememiliki tujuan tertentu, baik untuk kelangsungan hidup pribadinya maupun kelangsungan hidup masyarakat.
Semua orang pasti akan melakukan komunikasi, baik dengan orang lain ataupun dengan sekitarnya. Sebab pada dasarnya manusia adalah mahluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri.  Dengan berkomunikasi seseorang dapat menyampaikan isi pikirannya dan bertukar pikiran dengan orang lain. Dengan berkomunikasi seseorang melakukan interaksi dengan orang lain. Dengan berkomunikasi seseorang juga dapat menghibur, mendidik atau mempengaruhi orang lain.
Komunikasi memiliki banyak fungsi. Para ahli dalam bidang ilmi komunikasi seperti Effendi, Thomas M. Scheidel, Rudolf F. Verderber, Gordon I. Zimmerman, serta Judy C. Pearson & Paul E. Nelson  mengungkapkan beragam fungsi komunikasi yang dilakukan manusia kepada manusia lainnya. Berikut ini akan Pakar Komunikasi rangkum 15 fungsi komunikasi dalam keseharian hidup manusia tersebut.
1. Menyampaikan pikiran dan perasan
Seperti yang dikatakan Effendi dalam bukunya, bahwa salah satu fungsi komunikasi adalah sebagai pengungkapan emosional. Dengan berkomunikasi kita difasilitasi untuk dapat mengungkapkan apa yang kita pikirkan dan rasakan. Mengungkapkan pikiran dan perasaan pribadi kepada orang lain penting untuk dilakukan. Sebab dengan mengungkapkan isi pikiran dan emosi baik itu marah, senang, kecewa, gembira, atau emosi lainnya; orang lain jadi mengerti apa yang kita rasakan. Dilain pihak, kita akan mendapatkan keseimbangan hidup serta kelapangan hati.
Namun ada batasan tertentu yang perlu kita jaga dalam pengungkapan isi pikiran dan perasaan. Ada norma yang harus diperhatikan, serta kebijakan pribadi menyangkut privasi. Misalnya sebaiknya tidak mengungkapkan kemarahan kepada seseorang di depan banyak orang. berikan teguran kepada seseorang secara pribadi dan tidak depan umum
Contoh lain, ketika mengungkapkan perasaan lewat media sosial seperti facebook misalnya. Hindari untuk memposting hal yang bersifat pribadi, seperti misalnya permasalahan dalam rumah tangga. Masalah rumah tangga pribadi bukan sesuatu yang pantas di umbar ke publik, untuk kebaikan diri sendiri
2. Berinteraksi dengan sesama
Seperti telah kita ketahui bahwa manusia adalah mahluk sosial, tidak dapat hidup sendiri dan perlu bersosialisasi dengan orang lain. Thomas M. Scheidel menyebutkan bahwa dengan berkomunikasi, kita dapat membangun interaksi sosial dengan sesama dan lingkungan sekitar. Dengan begitu kita tidak terisolasi atau terasing dari pergaulan di masyarakat, sekaligus juga menjaga kelangsungan hidup masyarakat.
Dengan berkomunikasi kita dapat berdiskusi, bekerjasama, dan melakukan interaksi social lainnya dengan sesama dan lingkungan di sekitar kita
3. Memberi Informasi
Informasi merupakan hal yang cukup penting, informasi dapat mencegah kita untuk melakukan kesalahan. Misalnya pemberian informasi mengenai arah suatu tempat bisa mencegah tersasarnya seseorang yang akan menuju tempat tersebut. Atau informasi mengenai cara menggunakan suatu alat, penting untuk diketahui agar tidak kegagalan produksi yang bisa jadi berimbas pada kerusakan alat.
Melalui komunikasi informasi mengenai suatu peristiwa, masalah, tingkah laku, atau lainnya dapat disampaikan. Informasi yang disampaikan dapat digunakan untuk menilai dan mengevaluasi suatu hal, dan memberikan alternative pilihan yang akan diambil
4. Menambah Wawasan/ Pengetahuan
Menurtu Effendi salah satu fungsi komunikasi adalah ‘to educate’ atau untuk mendidik. Dengan komunikasi manusia dapat menyampaikan pengetahuan, ide, atau gagasannya dan memungkinkan terjadinya transfer ilmu dari seseorang kepada seseorang yang lain. Dengan begitu wawasan dan pengetahuan seseorang mengenai suatu hal menjadi bertambah.
Contohnya komunikasi yang dilakukan guru kepadaanak didiknya, seorang dosen kepada mahasiswanya, seorang pelatih kepada muridnya, atau seorang pembicara kepada audiencenya.
5. Aktualisasi Diri
Menurut Thomas M. Scheidel seseorang berkomunikasi dengan orang lain, untuk saling menyatakan dan mendukung identitas dirinya. Akualisasi diri merupakan sebuah kebutuhan bagi manusia, dan dapat dipenuhi dengan melakukan komunikasi. Dengan berkomunikasi seseorang dapat menyatakan keberadaan dan potensi dirinya pada orang lain. Dilain pihak, hal tersebut juga membantu seseorang untuk dapat lebih mengenal dirinya sendiri.
6. Hiburan
Dengan berkomunikasi seseorang dapat menghibur orang lain serta mendapat penghiburan dari orang lain. Rudolf F. Verderber menyatakan bahwa manusia melakukan komunikasi untuk kesenangan. Effendi juga menyatakan bahwa salah satu fingsi komunikasi adalah ‘to entertain’, yaitu untuk menghibur orang lain dan menyenangkan hati orang. Contohnya komunikasi yang dilakukan pelaku stand up comedy yang saat ini sedang trend.
Hanya dengan mendengarkan perkataan dari komika yang sedang melakukan stand up comedy, orang-orang bisa tertawa dan terhibur. Seseorang juga bisa memberikan penghiburan bagi orang lain dengan komunikasi, misalnya memeluk seseorang yang sedih, atau mengucapkan belasungkawa pada seseorang yang kehilangan anggota keluarga
7. Mengurangi atau meghilangkan ketegangan
Ketika sedang menghadapi suatu masalah atau sedang bersiap melakukan performance, seseorang biasanya akan merasakan ketegangan. Dengan berkomunikasi, seseorang bisa mengurangi atau menghilangkan rasa tegang yang melandanya. Selain itu, misalkan sedang terjadi pertentangan antar pribadi atau kelompok, sedang berada dalam ruangan bersama orang asing, dengan mulai percakapan dan saling bekomunikasi, ketegangan yang timbul akan sedikit mencair bahkan mungkin hilang sama sekali.
8. Mengisi waktu
Waktu berlaku sama kepada setiap orang. Dalam sehari, terdapat 24 jam atau 1440 menit yang dapat dimanfaatkan oleh manusia di bumi ini selama masih hidup. Dalam melakukan pekerjaan atau kegiatan sehari-hari bisanya terdapat waktu jeda atau waktu kosong, seperti saat beirstirahat misalnya; yang bisa kita isi dengan berkomunikasi.
9. Mempengaruhi orang lain
Thomas M. Scheidel menyebutkan bahwa dengan berkomunikasi seseorang dapat mepengaruhi orang lain agar berpikir, merasa, atau berprilaku seperti apa yang diharapkannya. Senada dengan pernyataan Effendi bahwa salah satu fungsi komunikasi adalah ‘to influence’ atau mempengaruhi orang lain.
Dengan menyampaikan ide, gagasan, atau apa yang kita pikirkan kepada orang lain, kita dapat membujuk seseorang untuk memiliki sikap serta prilaku seperti yang kita harapkan dan memberikan arahan mengenai sikap atau prilaku yang harus diikuti.
10. Menunjukan Ikatan
Setiap orang memiliki ikatan dengan orang lain, minimal ikatan keluarga atau pertemanan misalnya. Dengan melakukan komunikasi seseorang menunjukkan bahwa dia mengenal dan memiliki hubungan dengan orang yang diajaknya berkomunikasi. Misalnya ketika memanggi seseorang dengan panggilan mama, maka orang sekitar yang mendengarnya bahwa dia memiliki ikatan keluarga – ibu dan anak  dengan orang yang dipanggilnya.
11. Memelihara Hubungan
Menurut Rudolf F. Verderber komunikasi yang dilakukan seseorang dapat membangun dan memelihara hubungannya dengan orang lain. Dengan berkomunikasi seseorang dapat menjalin hubungan usaha baru, persahabatan baru, dkk dengan orang lain. Selain itu juga memelihara hubungan yang telah dimilikinya. Hubungan dengan kekasih misalnya, bisa saja menjadi rusak jika tidak ada komunikasi dalam jangka waktu lama.
12. Pengendalian
Komunikasi dapat mengarahkan seseorang untuk bertindak sesuai dengan aturan tertentu, dan sifatnya memaksa. Misalnya peraturan untuk tidak membuat kegaduhan ketika berada di dalam perpustakaan, atau peraturan mengenai aturan kerja di suatu perusahaan Terdapat garis panduan formal dari suatu lembaga atau organisasi yang harus diikuti oleh anggotanya. Dan organisasi tersebut memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi kepada anggota yang melanggar, seperti misalnya mengeluarkan orang tersebut dari organisasi.
13. Motivasi
Komunikasi dapat memperkuat motivasi seseorang untuk melakukan sesuatu. Seperti yang dilakukan para motivator untuk membangkitkan  kualitas hidup pendengarnya. Dengan mengkomunikasikan kepada para pegawai apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan penjualan serta benefit yang akan mereka dapatkan jika penjualan meningkat; seorang atasan dapat memotivasi pegawainya agar dapat memperbaiki kinerja mereka.
14. Mengambil Keputusan
Seperti disebutkan sebelumnya, dengan komunikasi seseorang dapat menyampaikan informasi tertentu mengenai suatu peristiwa atau permasalahan sehingga dapat memberikan alternative pilihan. Dan berdasarkan informasi yang ada, seseorang akan dapat melakukan evaluasi dan analisis mengenai keputusan terbaik yang akan diambil.
15. Meminta pertolongan
Orang tidak akan mengetahui jika kita membutuhkan pertolongan, jika kita tidak mengatakannya. Kadang kala orang lain pun akan merasa segan untuk memberikan bantuan, jika kita tidak memintanya. Hanya dengan mengkomunikasikan bahwa kita membutuhkan pertolongan, dan meminta seseorang untuk memberikan pertolongan, kita bisa mendapatkan pertolongan. Misalnya dengan cara menelepon nomor darurat (seperti 911), menyampaikan terjadinya kebakaran dan permintaan bantuan darurat.

Unsur Unsur Komunikasi



Unsur Unsur Komunikasi 

Komunikasi sebagai media interaksi antar manusia yang jika diartikan adalah setiap proses pertukaran informasi, gagasan dan perasaan. Proses ini meliputi informasi yang disampaikan baik secara lisan maupun tertulis dengan kata-kata, atau yang disampaikan dengan bahasa tubuh, gaya maupun penampilan diri, menggunakan alat bantu di sekeliling kita sehingga sebuah pesan menjadi lebih kaya.

Komunikasi juga dapat diartikan sebagai proses pemindahan dalam gagasan atau informasi seseorang ke orang lain. Selain dikatakan sebagai proses pemindahan gagasan seseorang dari orang lain dalam bentuk kata-kata tetapi juga dalam bentuk ekspresi wajah intonasi dan sebagainya. Komunikasi dapat menghubungkan antara bagian yang berbeda atau disebut rantai pertukaran informasi

Dari definisi tersebut sebuah komunikasi tentu tidak akan terjadi saat unsur-unsur didalamnya tidak ada, maka artinya komunikasi hanya bisa terjadi kalau didukung oleh adanya sumber, pesan, media, penerima, dan efek, dan juga beberapa unsur yang membentuk komunikasi secara keseluruhan. Unsur-unsur ini bisa juga disebut komponen atau elemen komunikasi. Berikut merupakan unsur-unsur yang terdapat dalam komunikasi.
  1. Pengirim atau sumber atau (Sender atau Resource)
Pengirim atau sumber atau sender adalah pihak yang bertindak sebagai pengirim pesan dalam proses komunikasi. Bisa dibilang bahwa seorang sumber merupakan seseorang atau sekelompok orang yang berinisiatif untuk menjadi sumber dalam sebuah hubungan. Sender tidak hanya berperan sebagai pengirim pesan saja, namun juga memberikan respons dan menjawab pertanyaan yang disampaikan sebagai dampak dari proses komunikasi yang berlangsung, baik secara langsung maupun tidak langsung
Semua peristiwa komunikasi akan melibatkan seorang atau beberapa orang sumber sebagai pembuat atau pengirim informasi. Dalam komunikasi antarmanusia, sumber bisa terdiri dari satu orang, tetapi bisa juga dalam bentuk kelompok misalnya partai, organisasi atau lembaga.
  1. Encoding
Encoding adalah sebuah unsur dari komunikasi yang bertugas untuk melakukan pengalihan gagasan ke dalam pesan. Encoding dapat juga diartikan sebagai bentuk dimana pengirim mengkodean informasi yang akan disampaikan ke dalam bentuk symbol atau isyarat.

  1. Pesan (Message)
Pesan adalah keseluruhan dari apa yang disampaikan oleh sender. Pesan dapat berupa kata-kata, tulisan, gambaran atau perantara lain. Pesan ini memiliki inti, yakni mengarah pada usaha untuk mengubah sikap dan tingkah laku komunikan. Inti pesan akan selalu mengarah pada tujuan akhir komunikasi itu.
  1. Media atau saluran
Media digunakan sebagai penyalur pesan dalam proses komunikasi. Pemilihan sarana/media dalam proses komunikasi tergantung pada sifat berita yang akan disampaikan.
Menurut beberapa ahli psikologi memandang bahwa dalam komunikasi antarmanusia media yang paling dominan dalam berkomunikasi adalah panca indra manusia seperti mata dan teliga. Pesan-pesan yang diterima oleh mata dan telinga selanjutnya diproses dalam pikiran manusia untuk mengontrol dan menentukan sikapnya terhadap sesuatu, yang sebelumnya dinyatakan dalam tindakan. Akan tetapi, media yang dimaksud adalah media yang digolongan atas empat macam, yakni:
  • Media antarpribadi, media ini dibuat untuk hubungan perorang (antarpribadi) media yang tepat digunakan ialah kurir/utusan, surat, dan telpon.
  • Media kelompok, Dalam aktivitasa komunikasi yang melibatkan orang yang lebih dari 15 orang, maka media komunikasi yang banyak digunakan adalah media kelompok, misalnya pada acara-acaranya seperti rapat, seminar, dan konferensi.
  • Media publik, media ini digunakan ketika melibatkan lebih dari 200-an orang, maka media komunikasi yang tepat digunakan adalah media publik. Contohnya seperti pada rapat akbar, rapat raksasa dan semacamnya.
  • Media massa, media masa digunakan ketika orang yang ingin dilibatkan tidak diketahui di mana mereka berada. Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak (penerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio, dan televisi.
  1. Decoding
Decoding dalam unsur komunikasi dapat diartikan sebagai pengalihan pesan kedalam bentuk yang sudah berbeda atau sudah menjadi sebuah gagasan. Decoding juga diartikan sebagai proses dimana penerima menafsirkan pesan dan menterjemahkan menjadi informasi yang berarti baginya. Jika semakin tepat penafsiran penerima terhadap pesan yang dimaksudkan oleh penerima, Maka semakin efektif komunikasi yang terjadi.
  1. Penerima (Receiver)
Penerima atau biasa disebut juga receiver adalah  pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber.  Penerima bisa terdiri satu orang atau lebih, bisa dalam bentuk kelompokataupun golongan. Penerima biasa disebut dengan berbagai macam istilah, seperti khalayak, sasaran, komunikan, atau dalam bahasa Inggris disebut audience atau receiver. Dalam proses komunikasi telah diketahui bahwa keberadaan penerima adalah akibat karena adanya sumber. Tidak adanya penerima jika tidak ada sumber.
Penerima adalah elemen penting dalam sebuah proses komunikasi, karena dialah yang menjadi sasaran dari komunikasi. Jika suatu pesan tidak diterima oleh penerima, akan menimbulkan berbagai macam masalah yang sering kali menuntut perubahan, apakah pada sumber, pesan, atau saluran.
  1. Umpan Balik (Feedback)
Umpan balik berarti reaksi dari pesan yang disampaikan. Pengaruh atau efek perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan. Pengaruh ini bisa terjadi pada pengetahuan, sikap dan tingkah laku seseorang. Oleh karena itu, pengaruh bisa juga diartikan perubahan atau pengetahuan, sikap, dan tindakan seseorang sebagai akibat penerimaan pesan.
  1. Gangguan (Noise)
Gangguan atau noise merupakan segala sesuatu yang mengubah informasi yang disampaikan kepada penerima atau mengalihkannya dari penerimaan tersebut. Ada dua macam gangguan dalam unsur komunikasi, yaitu:
  • Gangguan teknis dan gangguan semantik, Gangguan teknis misalnya orang yang mengalami kesulitan bicara atau bicaranya hanya komat-kamit.
  • Gangguan semantik, yaitu bila penerima memberi arti yang berlainan atas sinyal yang disampaikan oleh pengirim.
  1. Bidang pengalaman (Field of experience)
Dalam unsur komunikasi bidang atau ruang yang menjadi latar belakang informasi dari pengirim maupun penerima menjadi suatu unsur yang akan berpengaruh sesuai dengan latar belakang orang yang melakukan komunikasi.
  1. Pertukaran makna (Shared meaning)
Dalam unsur-unsur komunikasi bidang atau ruang pertemuan (irisan) yang tercipta karena kebersamaan dari orang yang melakukan proses komunikasi
  1. Konteks (context)
Unsur-unsur komunikasi yang terahir adalah konteks yang artinya situasi, suasana atau lingkungan fisik, non fisik (sosiologis – antropologis, politik, ekonomi dan lain-lain) dari orang yang melakukan komunikasi.

PENGERTIAN SISTEM KOMUNIKASI PENDIDIKAN



PENGERTIAN SISTEM KOMUNIKASI PENDIDIKAN

Pengertian Sistem:
  • Sistem adalah perangkat unsur yang saling berhubungan dalam satu lingkungan tertentu. (Ludwig, 1997)
  • Sistem adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain yang membentuk satu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan. (Budi Sutedjo, 2002)
  • Sistem merupakan bagian-bagian yang beroperasi secara bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan. (Gordon B. Davis, 1995)
Pengertian Komunikasi
  • Komunikasi adalah proses manusia merespon perilaku simbolik orang lain. (Adler dan Rodman, 2006)
  • Komunikasi adalah interaksi dan transaksi. (Mulyana: 2005)
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan dengan tujuan tertentu.
Menurut Adler Rodman, 2006., ada 3 karakteristik dalam komunikasi:
  1. Komunikasi itu Manusiawi
  2. Komunikasi itu Proses
  3. Komunikasi itu bersifat simbolik (verbal / nonverbal)
Pengertian pendidikan
Pendidikan adalah proses mengubah sikap dan perilaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan (proses, perbuatan, dan cara mendidik). (KBBI)
Pendidikan adalah usaha sadar dan terancana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengambengkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. (UU RI No. 20 Tahun 2003)

Pengertian Sistem Komunikasi Pendidikan
  Kumpulan komponen dalam sebuah organisasi atau lembaga yang berhubungan dengan proses komunikasi (interaksi dan berbagi informasi) sehingga menghasilkan tujuan yang sesuai bagi kepentingan lembaga pendidikan tersebut.

Mengapa manusia berkomunikasi?
  Manusia tidak bisa hidup sendiri.
  Manusia berkomunikasi dengan orang lain untuk menyampaikan gagasan, pikiran atau perasaannya. Bertukar informasi.
Bisa juga berupa konsep, yang diajarkan pendidik kepada anak didiknya berupa rumus matematika atau tata cara berwudhu

Alasan Manusia Berkomunikasi :
  Kebutuhan fisik
  Kebutuhan identitas
  Kebutuhan sosial
  Kebutuhan praktis

Komunikasi dalam lembaga pendidikan:
  Lembaga pendidikan dipandang sebagai sebuah organ yang terus berkembang, bertumbuh, berkebutuhan dan memiliki tahapan perkembangan. Seperti halnya manusia berkembang dari lahir hingga dewasa.
  Suatu lembaga atau organisasi memiliki kebutuhan komunikasi internal maupun eksternal.
  Lembaga pendidikan memiliki kebutuhan komunikasi berupa kebutuhan fisik organisasi. (kerjasama dengan sesama lembaga pendidikan, komunikasi dengan dunia usaha, memiliki kebutuhan praktis salah satunya memberikan surat pemberitahuan kepada orang tua siswa).
  Selama lembaga pendidikan itu masih ada, maka kebutuhan komunikasi masih tetap berjalan.

Dalam lembaga pendidikan terjadi komunikasi:
  Guru dengan murid
  Kepala sekolah dengan guru
  Guru dengan guru
  Guru dengan orang tua
  Lembaga pendidikan dengan orang tua
  Lembaga pendidikan dengan lembaga pendidikan lain
  Lembaga pendidikan dengan masyarakat
  Guru dengan karyawan